Program Studi Kesejahteraan Sosial Menggelar International Public Lecture : Psychosocial Support To Enhance Family Well-being And Resilience In Indonesia

Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kessos) Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan International Public Lecture bertemakan “Psychosocial Support To Enhance Family Well-being And Resilience In Indonesia” Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FIDIKOM Suparto M.Ed, P.hD tersebut menghadirkan dua orang narasumber, yaitu Flora Cohen, LMSW (Ph.D Candidate in Social Work Washington University in St Louis USA) dan Dr. RR. Endah Sulistiyaningsih (Kasubdit Sumber Daya Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial RI). Kegiatan ini berlangsung pada 20 April 2018 di Ruang Teater Prof. Dr. Aqib Suminto,MA

Kegiatan ini terlebih dahulu diawalidengan Sambutan Lisma Dyawati Fuaida selaku ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial berharap agar dengan adanya kegiatan ini yang konteksnya sama dengan social yang sama-sama memiliki tujuan mensejahterakan masyarakat muslim dapat menghasilkan konselor pschosocial dan diharapkan para mahasiswa memiliki prespektif baru, mengingat para narasumber yang didatangkan sangat kompeten di bidangnya.

Kemudian, kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FIDIKOM Suparto M.Ed, Ph.D “Fakultas Dakwah ini identik dengan dakwah, dimana kesejahteraan termasuk didalamnya. Di dalam dakwah ini banyak terdapat jurusan-jurusan yang sesungguhnya merupakan bagian dakwah di dalam islam. Khusus kessos adalah bagaimana memberikan kekuatan atau pemberdayaan terhadap umat” ucap Suparto M.Ed, P.hD dalam pembukaan acara. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Prodi Kessos karena telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat edukatif ini.

Flora Cohen, LMSW(Ph.D Candidate in Social Work Washington in St.Louis USA) menjelaskan bahwa setiap negara pasti memiliki perbedaan dalam melihat sistem keluarga, begitu juga dalam menghadapi tantangan dan permasalahan. Maka dari itu, untuk melihat hal tersebut sebagai pekerja sosial harus bisa melakukan assessment. Assessment ini bertujuan melihat apakah ada kekerasan didalamnya, bagaimana culture yang ada dalam keluarga, dan juga melihat batasan yang ada. Family therapy, bisa dilakukan dengan structural therapy (melihat kedekatan), strategic therapy (menggunakan isu yang ada), Systemic Therapy (sesuai dengan hubungan didalam keluarga), Narrative Therapy (bantuan penyemangat).

Kemudian, Narasumber kedua yaitu Dr. RR. Endah Sulistiyaningsih (Kasubdit Sumber Daya Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial RI) menjelaskan pemerintah Indonesia benar-benar serius dan tidak main-main dalam mengurus keluarga di Indonesia. “Kemisikinan di negara kita masih 26,58 juta, dan baru sekitar 10 juta yang di cover oleh Kemensos. Saat ini bukan hanya mengcover kekurangannya saja, namun juga bagaimana effort sistemnya. Karena kalau hanya dikasih uangnya tanpa dibantu bagaimana cara menggunakan uangnya, keluarga di indoneisa akan tetap pada kemiskinan” pungkas ibu yang banyak memperkenalkan lapangan pekerja sosial ini.

Dengan diadakannya International Public Lecture ini diharapakan mahasiswa bisa memahami dukungan psikososial yang harus dilakukan bagi keluarga  dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.