Program Studi Kesejahteraan Sosial Menggelar International Public Lecture : “Preventing Radicalization Action and Violent Extremism-its ini the Hand of the Young Generation”

Dalam rangka  menamabh wawasan keilmuan tentang pencegahan radikalisme bagi dosen dan mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial menyelenggarakan International Public Lecture  yang bertemakan “Preventing Radicalization Action and Violent Extremism-its ini the Hand of the Young Generation”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 13 Mei 2015 di Ruang Diorama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.  Kegiatan ini terlebih dahulu dibuka oleh sambutan Ketau Program Studi yaitu Siti Napsiyah, MSW dan dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi yaitu Arief Subhan, MA.

Kegiatan ini menghadirkan para narasumber yang ahli di bidangnya, seperti, Edit Schlaffer, Ph.D selaku Founder and Executive Director of women without Borders/ SAVE Austria,  Prof. Ulrich Kropiuning selaku Psychologist Lecture of Medical University of Viena Austria. Selain pembicara-pembicara kompeten yang dihadirkan, Program Studi Kesejahteraan Sosial menghadirkan Korban selamat tragedy bom Hotel JW Mariot  yaitu  Tomy Sumaryo dan Orang Tua dari anak yang bergabung dalam ISIS.

 Pembicara dari Austria memebahasa bagaimana aksi pencegahan tindakan radikalisme  yang harus dilakukan oleh generasi muda. Karena ujung tombak perubahan berada di tangan generasi muda. Maka dari itu mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial harus bisa mengetahui apa saja aksi pencegahan yang harus dilakukan. 

 Selain itu, peserta kegiatan ini dibuat haru oleh Bapak Tomy Sumaryo terkait cerita belaiu yang harus bisa bertahan menghindari Bom yang terjadi di Hotel JW Mariot Jakarta. . Terakhir, pengalaman yang sangat mengharukan juga datang dari Orang Tua dari anak yang tergabung dalam organisasi ISIS.  Mereka menjelaskan bahwa anaknya tergabung dalam ISIS karena salah pehamaman terkait Jihad Fisabililah  dan mencontoh Ayahnya yang sebelumnya pernah ke Afganistan untuk pelatihan perang.

 Dari kegiatan in, diharapakan mahasiwa bisa sadar untuk terus bisa mencgah tindakan radikalisme di kampus atau di lingkungan masyarakatnya.