Prodi Kessos Menyelenggarakan Lokakarya Dengan Tema “Metode Pembelajaran Untuk Mahasiswa Penyandang Disabilitas Intelektual”

Seiring dengan kebutuhan untuk memberikan pelayanan akademik terhadap manusia berkebutuhan khusus di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi serta sesuai dengan UU No.8 tahun 2016 tentang penyandangdisabilitas menyebutkan bahwa penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak. Penyandang disabilitas juga berhak mendapatkan perlakuan yang sama oleh masyarakat.  Dalam hal ini, penyandang disabilitas berhak mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi. Namun ketika penyandang disabilitas diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya, mereka harus mendapatkan pendampingan yang berbeda dari mahasiswa lainnya.  Pendampingan kepada mahasiswa disabilitas ini bisa di lakukan oleh pendidik atau tenaga pendidik di perguruan tinggi.

Maka dari itu, untuk mendukung dan menguatkan mahasiswa disabilitas harus ada dukungan dari berbagai elemen di kampus.  Tapi elemen di kampus khususnya dosen harus mendapatkan pelatihan mengenai metode pembelajaran apa yang cocok untuk mendukung kegiatan akademik mahasiswa penyandang disabilitas.  Kemudian, Prodi Kesejahteraan Sosial menyelenggarakan kegiatan lokakarya “Metode Pembelajaran Untuk Mahasiswa Penyandang Disabilitas Intelektual”.  Kegiatan lokakarya dilaksanakan pada Jumat, 5 April 2019 di Ruang meeting Lt.2 Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Kegiatan dimulai oleh moderator yaitu Nunung Khoiriyah, MA. Kemudian dilanjutakan ole  Ketua Prodi Kesejahteraan Sosial sebagai pengantar dan membuka kegiatan Lokakarya Prodi Kesejahteraan Sosial dengan tema “Metode Pembelajaran untuk Mahasiswa Penyandang Disabilitas Intelektual”.

Ketua Prodi Kesejahteraan Sosial menjelaskan bahwa Kegiatan ini merupakan respon dari prodi yang meberikan pelayanan akademik untuk mahasiswanya. Karena di Prodi Kessos terdapat mahasiswi yang berkebutuhan khusus. Maka dari itu Prodi Kessos menyelenggarakan acara untuk sharing modul khusus untuk mahasiswa berkebutuhan khusus.  Kaprodi berharap kegitan ini dijadikan pembekalan untuk dosen jika ada mahasiswa berkebutuhan khusus  lagi yang belajar di Fakultas Ilmu dan Ilmu Komunikasi. kemudian kaprodi membuka acara.

 Setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan  pemaparan materi yang dijelaskan oleh Dra. Endang Retno Wardhani MBA., PhD., CH., CHt (Psikolog) . beliau merupakan psikolog yang menagani mahasiswi Prodi Kesejahteraan Sosial penyandang disabilitas intelektual.  Narasumber menjelaskan Desain Pembelajaran ABK (Pendekatan Untuk Kasus Agnesia Corpus Callosum). Kemudian narasumber membedah tema yang diangkat mulai dari pemahaman mengenai ABK itu sendiri, menjelaskan mahasiswa Penyandang Disabilitas Intelektual, dan apa yang harus dilakukan untuk menangani kasus tersebut.  Di akhir acara para dosen diberi kesempatan untuk bertanya dan sharing  terkait tema tersebut.

Hasil dari kegiatan ini diharapkan  dosen mampu memahami karakteristik mahasiswa penyandnag disabilitas intelektual, dosen memahami metode pembelajaran yang akan diberikan kepada mahasiswa penyandang disabilitas intelektual, dosen membuat dan menyususn RPS sesuai dengan kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas intelektual sesuai dengan IEP (Individualization Education Plan), dan mengetahui metode penelitian yang akan diberikan kepada mahasiswa penyandang disabilitas intelektual.