Prodi Kesejahteraan Sosial Menyelenggarakan Seminar Nasional: “Penguatan Ketahanan Keluarga dalam Rangka Menghalau Ekstremisme, Radikalisme, dan Terorisme di Indonesia”

Jakarta, Siarnusa.com – Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Syarif  Hidayatulah Jakarta bekerja sama dengan DPD IPSPI DKI Jakarta menyelenggarakan seminar nasional dengan tema Penguatan Ketahanan Keluarga dalam Rangka Menghalau Ekstremisme, Radikalisme, dan Terorisme di Indonesia”. Kegiatan seminar nasional diselenggarakan pada 13 September 2018 di Gedung Merah Putih Pusdiklat Kemendikbud. Kegiatan seminar nasional yang diselenggarakan Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendapatkan sambutan dan antusiasme yang sangat  bagus dari  mahasiswa, dosen, alumni dan praktisi pekerja sosial di Indonesia.

Seminar nasional tersebut diisi oleh narasumber-narasumber yang sangat berkompeten  dalam bidang ketahanan keluarga dan terorisme. Narasumber yang mengisi kegiatan seminar nasional tersebut adalah Ibu Ro’fah Mudzakiroh, Ph.D selaku dosen Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,  Ibu Dr. Mariana selaku Ketua DPD IPSPI DKI Jakarta, Bapak Herry Koswara selaku dosen prodi Kesejahteraan Sosial STKS Bandung  dan Ibu Dr. Siti Napsiyah, MSW selaku dosen Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kegiatan seminar nasional dibuka oleh Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial Ibu Lisma Dyawati Fuaida, M.Si memberikan sambutan sekaligus membuka acara seminar dengan di moderator oleh Bapak Asep Jahidin, M.Si. setelah sambutan dan pembukaan acara, seminar nasional langsung dimulai.  Moderator seminar nasional  memberikan kesempatan kepada para narasumber untuk memaparkan materi mengenai tema yang diangkat.

Narasumber pertama yaitu Ibu Ro’fah Mudzakiroh, Ph.D dengan materi yang terkait Penguatan Peran Keluarga dalam De-radikalisasi. Keluarga adalah  aspek vital dalam prevensi dan counter terhadap terorisme. Keluarga juga bisa menjadi bagian dari masalah. Lalu keterlibatan perempuan dalam gerakan terorisme karena dianggap loyal dan tidak mencurigakan

Lalu materi  yang kedua disampaikan oleh Ibu Dr. Mariana, tentang ketahan keluarga yang sejahtera. Ketahanan keluarga adalah kondisi dinamik suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik, material dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri, mengembangkan diri dan keluarganya untuk mencapai keadaan harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin (uu no. 10/ 1992 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera).

Materi yang ketiga disampaikan oleh pemakalah call for paper, Bapak Herry Koswara terkait Ketahan Keluarga/Family Resilience. Ketahanan adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan atau memulihkan diri dari perubahan atau kemalangan.

Dan selanjutnya diperkuat oleh Ibu Dr. Siti Napsiyah, MSW terkait Keluarga Benteng Terkuat Halau Radikalisme dan Terorisme di Indonesia.  Bagaimana keluarga mampu bentengi orang-orang terdekat agar tidak bergabung dengan kelompok ekstrim/teroris? berdasarkan pemaparannya bahwa “Ini menandakan bahwa Indonesia harus membentuk program khusus untuk perempuan dalam mencegah radikalisasi, khususnya memberdayakan perempuan untuk membendung masuknya pengaruh radikalisme dalam keluarga,”

Acara seminar nasional berjalan dengan lancar, acara tersebut ditutup dengan doa dan penyerahan cinderamata kepada moderator dan para narasumber serta foto bersama.

Sumber: https://www.siarnusa.com/baca/13/09/2018/prodi-kesejahteraan-sosial-menyelenggarakan-seminar-nasional-penguatan-ketahanan-keluarga-dalam-rangka-menghalau-ekstremisme-radikalisme-dan-terorisme-di-indonesia/