Ira Rahmawati Mahasiswi Program Studi Kesejahteraan Sosial Menerima Penghargaan Sarjana Terbaik pada Wisuda Sarjana Ke-102

Rona bahagia terpancar dari wajah dara manis kelahiran Jakarta, 02 April 1994 itu.  Betapa tidak, dirinya baru saja menerima penghargaan sebagai sarjana terbaik pada Wisuda Sarjana ke-102 yang digelar Sabtu-Minggu (26-27/11), di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta.

Sarjana Sosial Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) ini, lulus dengan IPK Yusidium 3,89/Kumlaude di tingkat universitas. “Alhamdulilah , keseriusan dan kerja keras ini membuahkan hasil”,  ujar sarjana yang memiliki hobi berdiskusi ini.

Ira, demikian sapaan akrabnya, tak lupa mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para dosen dan pihak-pihak yang telah mendukung dan memberikan doa restu, terutama kedua orang tua yang selama ini mendorongnya untuk kuliah. Mereka, menurut Ira, tiada henti mendoakan dan memberi dukungan.  Saya bahagia mampu membuat kedua orangtua saya merasa bangga, tandasnya.

Putri sulung dari dua bersaudara pasangan Abdurrahman dan Ati Amalia ini menambahkan, kunci keberhasilan dalam prestasi itu tak lain dengan disiplin mengatur waktu agar mangkus dan sangkil.

Belajar dengan giat, gunakan waktu selama kuliah sebaik mungkin, selalu berdoa kepada Allah SWT dan meminta restu dari orang tua. Karena, kita semua merupakan generasi muda yang diberi amanah Allah untuk meneruskan estapeta perjuangan para pendahulu kita pesannya.

Ira Rahmawati berhasil lulus setelah mempertahankan skripsinya di hadapan penguji dengan judul Dampak Kegiatan Kreasi Limbah Kertas Komunitas Enigami Pada Pemberdayaan Anggota di Kelurahan Jombang Ciputat. Skripsi itu ia tulis dilatarbelakangi dengan ketertarikannya untuk mengetahui dampak kegiatan kreasi sebuah komunitas yang mengolah limbah kertas menjadi sesuatu yang berkomoditi pasar.

Sarjana yang bercita-cita mengaplikasikan ilmunya ke dunia pekerja sosial yang professional ini,juga memaparkan kesan-kesannya selama menimba ilmu di kampus UIN Jakarta. “Saya  bersyukur bisa menempuh pendidikan di kampus yang memiliki banyak guru besar ini. Selain itu, secara keilmuan, UIN Jakarta menjadi pilihan yang tepat untuk memperkaya diri dengan berbagai ilmu dan keterampilan,” jelasnya.